Membongkar Kesesatan LDII

Bukti Kebohongan LDII

Mengungkap bukti kebohongan LDII, kebohongan-kebohongan LDII yang harus di ungkap ke khalayak luas!

Banyak cerita yang beredar ditengah-tengah masyarakat, “… banyak kebohongan dalam LDII …”

Artikel singkat ini akan membantu anda untuk mengungkap bukti kebohongan LDII secara netral, mengajak anda untuk berfikir secara logis dengan mengedepankan fakta-fakta yang ada.

Bukti Kebohongan LDII yang Valid

Bukti Valid karena sumbernya adalah mantan LDII, bukti kebohongan LDII berasal dari orang yang pernah mengaji di LDII. Pernahkah di tanyakan kepada mantan tersebut, bagaimana dulu bisa mengaji di LDII dan kenapa mantan tersebut berhenti mengaji di LDII.

Di tahap ini diperlukan kedewasaan dan sikap netral kita, apabila dari awal kita sudah tidak netral,  maka hasilnya tidak akan valid. Harus dipelajari juga motif LDII, apa untungnya LDII berbohong? temukan motif dari kedua sisi, mantan LDII dan LDII itu sendiri. Silakan bandingkan siapa yang punya kepentingan untuk melakukan kebohongan.

Berdasarkan hasil pengamatan kasus-kasus sebelumnya kebanyakan alasan seseorang yang mengaji di LDII kemudian berhenti kebanyakan di sebabkan adanya konflik dengan sesama jamaah itu sendiri, ketidak puasan kepada personal, bukan terhadap LDII. Kebencian terhadap seseorang yang mengaji di LDII, lantas menganggap LDII itu sesat. Dan dari sinilah kebencian itu bermula yang kemudian diikuti dengan kebohongan-kebohongan cerita untuk menyerang LDII.

Secara logis, kalo seandainya LDII adalah sebuah aliran sesat, kenapa sampai hari ini LDII masih eksis, dan jamaahnya tambah banyak, perbandingan jamaah yang berhenti ngaji di LDII dengan jamaah baru yang mengaji di LDII sangat-sangat jauh, seperti halnya langit dan bumi! silakan bisa anda buktikan. Contoh gampangnya dari 1000 orang yang mengaji di LDII kemudian ada 1 orang yang keluar dan teriak-teriak LDII sesat, kira-kira yang mana yang lebih bisa di percaya?

Makanya di atas saya minta sebelum melangkah lebih lanjut kita dituntut untuk bersikap dewasa dan berfikir dewasa dengan mengutamakan ukhwah islamiyah.

Silakan baca selanjutnya disini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: