Membongkar Kesesatan LDII

Kesesatan LDII Menurut MUI

majelis-ulama-indonesia

Banyak berita kesesatan LDII di tulis di media online, bahkan sampai di publikasikan berulang-ulang, sudah tidak terhitung lagi halaman-halaman website yang berisikan berita kesesatan LDII, sayangnya dalam tulisan tersebut tidak dilengkapi dengan informasi yang faktual dan akurat. Disisi lain motiv dari si penulis itu sendiri, visi dan misi masih tidak jelas, bahkan cenderung ke arah provokasi, lebih parah lagi jelas-jelas merupakan FITNAH yang keji, karena tidak bisa membuktikan apa yang ditulisnya.

Hampir semua tulisan yang berisi informasi tentang kesesatan LDII hanya berdasarkan dari nara sumber yang kredibilitasnya sangat diragukan, sangat-sangat tidak qualified. Tanpa menyelidiki atau melakukan cross check terlebih dahulu, termasuk latar belakang dari nara sumber itu sendiri.

Lewat tulisan ini saya hanya ingin membuka fakta yang sebenarnya, fakta kesesatan LDII, fakta yang selama ini masih misteri karena tidak adanya bukti yang akurat. Fakta yang berasal dari MUI, lewat website resminya www . mui.or.id,

Fakta Kesesatan LDII

Dalam website resminya MUI, di temukan 1 artikel yang menohok tentang LDII, membahas tentang fakta kesesatan LDII,  yang akan membuat terguncang hebat, golongan yang anti LDII. Kenapa? karena MUI sendiri menyatakan bahwa LDII tidaklah SESAT, berita yang sangat menyakitkan bagi golongan yang membenci LDII,  di halaman itu juga di beberkan fakta-fakta yang di temukan di masyarakat kenapa ada segolongan orang yang tidak suka atau membenci LDII. Insya Allah anda bukan dari golongan seperti itu, alangkah lebih baik anda membaca selengkapnya langsung dari website remi MUI.

MUI menemukan ada isu di masyarakat yang menyatakan LDII sesat karena sholatnya berbeda, tidak sama dengan umat islam lainya. Dengan pembahasan yang netral MUI memberikan informasi kepada masyarakat lewat websitenya dalam artikel: Tidak Berbeda Salat Warga LDII dengan Komunitas Umat Islam.

Semoga artikel pendek ini bisa memberikan pencerahan dan bermanfaat buat saudaraku. Ingat satu hal Ukhwah Islamiyah lebih penting ketimbang memperkarakan dan mencari-cari kesalahan atau kelemahan saudara kita, lainya.  Alangkah lebih indah jika kita duduk bersama berdiskusi untuk saling bertukar ilmu, sehingga lebih menjalin tali persaudaraan.

%d bloggers like this: